TELAAH JURNAL DOMESTIK

“TELAAH JURNAL”

HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN ANGKA KEJADIAN DIARE PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN DI PUSKESMAS GILINGAN KECAMATAN BANJARSARI SURAKARTA

 

  1. 1.      Pendahuluan
    1. Metode Pencarian Literatur :

1)      Database yang digunakan

Dalam pencarian literatur menggunakan database online google cendekia.

2)      Kata Kunci Pencarian Literatur

Asi eksklusif, diare

3)      Jumlah Literatur yang didapatkan

Hasil penelusuran yang didapatkan berjumlah 463 literatur

4)      Proses Seleksi Literatur (Kriteria Inklusi & Eksklusi)

Kriteria inklusi :

a)      Termasuk dalam jurnal penelitian

b)      Penelitian dilakukan di Indonesia

c)      Penelitian minimal 2 tahun terakhir

Kriteria eksklusi :

a)      File tidak dapat di download

b)      File tidak lengkap dari Bab I – Bab  V

  1. Abstrak

Winda Wijayanti, G0006168, 2010.  Hubungan antara Pemberian ASI Eksklusif dengan Angka Kejadian Diare pada Bayi Umur 0-6 bulan di Puskesmas Gilingan Kecamatan Banjarsari Surakarta

Tujuan  : ASI  dapat memberi perlindungan kepada bayi melalui berbagai zat kekebalan yang dikandungnya. Diare masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi di Indonesia sampai saat ini.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan angka kejadian diare pada bayi umur 0-6 bulan.

Metode  :   Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik  dengan pendekatan potong lintang.  Subyek penelitian adalah seluruh bayi yang berusia 0-6 bulan di Puskesmas Gilingan Kecamatan Banjarsari Surakarta dengan menggunakan  total sampling.  Subyek akan diklasifikasikan menjadi kelompok yang mendapat ASI Eksklusif dan tidak. Riwayat diare ditanyakan pada setiap orang tua bayi. Data dianalisis menggunakan  Statistical Product and Service Solution (SPSS) 16 for Windows dengan uji statistik Chi Square.

Hasil    :  Subyek penelitian berjumlah 60 bayi yang terdiri atas 30  bayi   mendapatkan ASI Eksklusif yang terdiri dari 6 bayi mengalami diare dan 24 bayi tidak mengalami diare sedangkan 30 bayi tidak mendapatkan ASI Eksklusif yang terdiri dari 20 bayi mengalami diare dan 10 bayi tidak mengalami diare. Hasil signifikansi menghasilkan p<0,05 dengan nilai signifikan 0,000 yang berarti signifikan atau bermakna.

Simpulan  : Ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif

dengan kejadian diare.

 

  1. 2.      Deskripsi Artikel/Jurnal        

a)      Deskripsi Umum

1)      Judul

“Hubungan antara Pemberian ASI Eksklusif dengan Angka Kejadian Diare pada Bayi Umur 0-6 bulan di Puskesmas Gilingan Kecamatan Banjarsari Surakarta.”

2)      Penulis

Winda Wijayanti

3)      Publikasi

Nama Jurnal      : Hubungan antara Pemberian ASI Eksklusif dengan Angka Kejadian Diare pada Bayi Umur 0-6 bulan di Puskesmas Gilingan Kecamatan Banjarsari Surakarta

Tahun                : 2010

Volume              : 1

Halaman            : 39

4)      Penelaah/Reviewer

Nama     : Dewi Purnama Sari

NIM      : P2722 4012 053

5)      Tanggal Telaah/Review

27 Juni 2012

b)      Deskripsi Content

1)       Tujuan Penelitian :

Untuk mengetahui adakah hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan angka kejadian diare pada bayi umur 0-6 bulan di Puskesmas Gilingan Kecamatan Banjarsari Surakarta.

2)      Hasil Penelitian :

Dari hasil penelitian, sampel anak balita yang diperoleh sebanyak 60

bayi dengan usia 0-6 bulan dan didapatkan hasil penelitian sebagai berikut :

a)      Didapatkan prosentase bayi laki – laki sebanyak 31 orang (51,67%), sedang bayi perempuan sebanyak 29 orang (48,33%).

b)      Dalam penelitian ini didapatkan prosentase tertinggi pada distribusi umur 4 bulan 1 hari  – 6 bulan, yaitu sebanyak  29 bayi (48,34%). Sedang  prosentase terkecil adalah pada distribusi umur 0 – 2 bulan, yaitu sebanyak 8 bayi (13,33%).

c)      Dapat dilihat bahwa sampel bayi ASI Eksklusif 30 bayi (50,00%), dan sampel bayi non eksklusif 30 bayi (50,00%).

d)     Dapat dilihat bahwa pada bayi yang diberi ASI Eksklusif  terdapat 6 bayi yang mengalami diare, sedangkan yang non eksklusif  sebanyak 20 bayi.

Dari perhitungan dengan menggunakan uji statistik   “chi square”  yang diolah dengan  Statistical Product and Service Solution (SPSS) 16   for Windows menghasilkan p < 0,05 dengan nilai signifikansi 0,000 yang berarti signifikan atau bermakna. Hal ini menunjukan hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan menurunnya tingkat kejadian diare pada bayi.

3)      Kesimpulan Penelitian

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan angka kejadian diare pada bayi umur 0 – 6 bulan. Pada bayi yang diberi ASI Eksklusif presentase bayi yang tidak diare lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang mengalami diare.

 

  1. 3.      Telaah/Review Artikel

a)      Fokus Penelitian (Latar Belakang Masalah dan Masalah Penelitian)

Salah   satu  penyebab     utama   kematian    di  Indonesia   menurut    Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1995 adalah kejadian diare.     Kejadian    diare  pada   bayi   dapat disebabkan   karena   kesalahan   dalam   pemberian   makan,   dimana   bayi   sudah  diberi   makan   selain   ASI  (   Air   Susu   Ibu   )   sebelum   berusia   4   bulan.

Perilaku tersebut sangat beresiko bagi bayi untuk terkena diare karena alasan sebagai berikut; (1) pencernaan bayi belum mampu mencerna makanan selain ASI,(2) bayi kehilangan kesempatan untuk mendapatkan zat kekebalan yang hanya dapat diperoleh dari ASI ,(3) adanya kemungkinan makanan yang  diberikan bayi sudah terkontaminasi oleh bakteri karena alat yang digunakan  untuk memberikan makanan atau minuman kepada bayi tidak steril. Pemberian   ASI   secara   dini   dan   eksklusif sekurang-kurangnya 4-6 bulan akan membantu mencegah penyakit pada bayi. Hal ini disebabkan karena adanya antibodi penting yang ada dalam kolostrum dan   ASI   (dalam   jumlah   yang   sedikit).   Hal   ini   menandakan   bahwa   ASI merupakan komponen      penting   pada    sistem   imun   mukosa maupun mukosa lain, karena sebagian besar mikroorganisme masuk ke dalam tubuh melalui mukosa.

Penelitian-penelitian   yang   sudah   dilakukan   para   ahli   di   India   dengan  menggunakan        ASI   donor    dari  manusia,    didapatkan    kejadian    infeksi  lebih sedikit secara bermakna dan tidak terdapat infeksi berat pada kelompok yang  diberi ASI manusia, sedangkan bayi pada kelompok yang tidak mendapat ASI (kontrol)     banyak     mengalami      diare,   pneumonia,     sepsis,   dan    meningitis.

Penelitian    ini    dilakukan     untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai hubungan antara pemberian ASI  eksklusif dengan angka kejadian diare pada bayi umur 0-6 bulan.

b)      Gaya dan Sistematika Penulisan

 

1)      Sistematika penulisan telah tersusun dengan baik dan jelas mulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak (konteks, tujuan penelitian, pengaturan dan desain, bahan dan metode, analisis statistik, hasil, kesimpulan, dan kata kunci), pendahuluan, bahan dan metode, hasil, pembahasan, kesimpulan.

2)       Tata bahasa yang dipergunakakan dalam penulisan jurnal ini cukup mudah dipahami sehingga memudahkan pembaca untuk mengerti bagaimana penelitian tersebut dilaksanakan dan apa hasil yang diperoleh.

3)      Penulis

(a)    Penulis dalam penelitian ini berasal dari Universitas Sebelas Maret Surakarta Fakultas Kedokteran, yaitu : Winda Wijayanti

(b)   Gelar akademik dari penulis sudah benar karena tidak di cantumkan

(c)    Menurut penelaah, dengan melihat latar belakang departemen mereka berasal, penulis tersebut mempunyai kualifikasi yang cukup di bidang yang mereka teliti.

 

4)      Judul Penelitian

“Hubungan Antara Pemberian Asi Eksklusif Dengan Angka Kejadian Diare Pada Bayi Umur 0-6 Bulan Di Puskesmas Gilingan Kecamatan Banjarsari Surakarta”

–        Judul penelitian cukup jelas, akurat, tidak ambigu, dan menggambarkan apa yang akan diteliti.

–        Namun kekurangannya : belum memenuhi prinsip 5 W 1 H. Tidak dicantumkan tahun penelitian diadakan.

5)      Abstrak :

Kelebihan :

–         Abstrak mampu menggambarkan secara jelas mengenai masalah penelitian, tujuan penelitian, metodologi dan hasil yang didapatkan

–         Mencantumkan kata kunci.

–        Jumlah kata dalam abstrak tidak melebihi 250 kata

6)      Masalah dan Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian adalah : Untuk mengetahui adakah hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan angka kejadian diare pada bayi umur 0-6 bulan di Puskesmas Gilingan Kecamatan Banjarsari Surakarta.

Pada bagian tujuan tidak dijelaskan secara rinci mengenai tujuan umum dan tujuan khusus dari penelitian tersebut.

7)      Literature /Tinjauan Pustaka

–        Penyusunan literatur menggunakan sistim vancouver dan terorganisir dengan logis

–        Penulisan jurnal menggunakan analitis kritis berdasarkan literatur yang ada dengan membandingkan temuan-temuan pada penelitian sebelumnya dengan hasil yang didapatkan oleh penulis.

 

 

 

8)        Hipotesis/Pertanyaan Penelitian

Pada penelitian ini sudah mencantumkan hipotesis penelitian yaitu ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan angka kejadian  diare pada bayi umur 0-6 bulan di Puskesmas Gilingan Kecamatan Banjarsari Surakarta.

9)      Populasi dan Sample

Populasi pada penelitian ini tidak disampaikan dengan pasti jumlahnya. Hanya tertulis bahwa subyek penelitian adalah seluruh    bayi  yang berusia   0-6  bulan di Puskesmas  Gilingan Kecamatan Banjarsari Surakarta. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling. Menurut     patokan  umum    (rule  of  thumb),  setiap  penelitian  yang datanya akan dianalisis secara statistik dengan analisis bivariat membutuhkan  sampel minimal 30 subjek penelitian.

10)  Pertimbangan Etik/Etichal Clearence

-Sebelum mendapatkan persetujuan lisan dari peserta (subjek penelitian), terlebih dahulu mereka diberikan penjelasan mengenai : tujuan, sasaran dan metodologi penelitian.

-Izin etik untuk penelitian terlebih dahulu diperoleh dari Puskesmas  Gilingan Kecamatan Banjarsari Surakarta, serta izin dari pimpinan puskesmas dan institut yang staffnya terlibat dalam penelitian tersebut.

11)  Definisi Operasional

Definisi Operasional dijelaskan dengan jelas dalam penelitian tersebut.

12)  Metode Penelitian (Setting dan Design)

–        Penelitian   ini  merupakan    studi  potong  lintang  untuk   mengetahui adanya   kejadian diare pada bayi umur 0-6 bulan yang diberi ASI eksklusif.  Metode potong lintang ini adalah metode yang mengobservasi variabel bebas  (faktor risiko) dengan variabel tergantung (efek) hanya sekali pada saat yang  sama.

–        Instrumen yang digunanakan adalah dokumentasi dan kuesioner.

–        Pengujian reliability dan validitas instrumen tidak dijelaskan dalam jurnal tersebut

13)  Data dan Analisis Data

–        Analisis statistik yang digunakan adalah menggunakan SPSS untuk uji chi square. Dalam penelitian ini menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan   antara   pemberian ASI Eksklusif dengan menurunnya tingkat kejadian diare pada bayi.

–        Dari   perhitungan    dengan    menggunakan      uji  statistik  “chi    square” yang   diolah   dengan  Statistical   Product   and   Service   Solution  (SPSS)   16 for Windows menghasilkan p < 0,05 dengan nilai signifikansi 0,000 yang berarti signifikan   atau   bermakna.   Hal   ini   menunjukan   hubungan   antara   pemberian ASI Eksklusif dengan menurunnya tingkat kejadian diare pada bayi.

–        Penyajian tabel disertai dengan narasi yang jelas mengenai isi tabel Didapatkan prosentase bayi laki – laki sebanyak 31 orang  (51,67%), sedang bayi perempuan sebanyak 29 orang (48,33%)

–        Dalam   penelitian   ini   didapatkan   prosentase   tertinggi   pada   distribusi umur   4   bulan   1   hari  –   6   bulan,   yaitu   sebanyak 29   bayi   (48,34%).   Sedang prosentase terkecil adalah pada distribusi umur 0 – 2 bulan, yaitu sebanyak 8 bayi (13,33%).

–        Dalam   penelitian   ini   didapatkan   prosentase   tertinggi   pada   distribusi umur   4   bulan   1   hari  –   6   bulan,   yaitu   sebanyak 29   bayi   (48,34%).   Sedang Prosentase terkecil adalah pada distribusi umur 0 – 2 bulan, yaitu sebanyak 8 bayi (13,33%).

–        Dapat dilihat bahwa pada bayi yang diberi ASI Eksklusif terdapat    6   bayi  yang    mengalami     diare,   sedangkan     yang   non   eksklusif  sebanyak 20 bayi.

14)  Hasil Penelitian

Kelebihan :

Bagian pembahasan mengacu kepada beberapa kriteria Hills :

  1. Kekuatan asosiasi

Besarnya asosiasi dapat dilihat dari nilai p<0,05 dengan nilai signifikan 0,000 yang berarti  signifikan atau bermakna. Hal ini berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian diare.

  1. Konsistensi

Replikasi dari temuan peneliti sebelumnya memperlihatkan hasil yang sama dengan hasil penelitian sebelumnya. Contohnya : Penelitian-penelitian yang sudah dilakukan para ahli di India dengan  menggunakan ASI donor dari manusia, didapatkan kejadian infeksi lebih sedikit secara bermakna dan tidak terdapat infeksi berat pada kelompok yang diberi ASI manusia, sedangkan bayi pada kelompok yang tidak mendapat ASI (kontrol) banyak mengalami diare, pneumonia, sepsis, dan meningitis (Tumbelaka, dkk, 2008).

15)  Pembahasan Hasil Penelitian

Pembahasan hasil temuan dikaitkan kembali dengan berbagai hasil temuan sebelumnya dari tinjauan pustaka yang diambil, baik yang hasil temuannya berkorelasi dengan hasil yang didapatkan maupun yang tidak.

Kekurangan :

Kekuatan dan keterbatasan penelitian termasuk generalisasi tidak dijelaskan dalam jurnal tersebut.

16)  Referensi/Daftar Pustaka

Literatur yang digunakan sekitar 50 % menggunakan literatur terbaru yang berasal dari jurnal-jurnal yang telah dipublikasikan sebelumnya.

17)  Kesimpulan dan Saran

Kelebihan :

a)      Isi kesimpulan peneliti merupakan jawaban dari tujuan penelitian.

b)      Kesimpulan ringkas, jelas dan padat.

c)      Peneliti memberikan rekomendasi kepada instansi terkait yang berhubungan dengan penelitiannya.

d)     jurnal mencantumkan saran yang merupakan harapan peneliti

Kekurangan:

Saran yang diberikan kurang spesifik dan masih bersifat umum.

 

 

  1. 4.      Penutup

Sebagai penutup, meskipun ditemukan berbagai kekurangan dan kelebihan dalam penelitian tersebut, namun penelitian tersebut telah memberikan kontribusi positif pada kemajuan dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan khususnya pada pengembangan karya ilmiah.

 

Bibliography :

(Wijayanti 2010)Wijayanti, W., 2010. Hubungan Antara Pemberian ASI Eksklusif dengan Angka kejadian Diare pada Bayi Umur 0-6 Bulan di Puskesmas Gilingan Kecamatan Banjarsari Surakarta. , pp.0-39. Available at: http://eprints.uns.ac.id/103/1/167710309201002361.pdf.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

BKKBN.            2004.      ASI       Eksklusif        Turunkan         Kematian          Bayi. http://www.pikas.bkkbn.go.id/print.php?tid+2&rid=136-6k-sp

(3 September 2009)

 

Chantry   C.J.,   Howard   C.R.,   Auinger   P.   2006.  Full   breastfeeding   duration   adn assiciated decrease in respiratory tract infection in US children. Pediatrics

117 (2) : 425-431.

 

Dahlan,     M.   Sopiyudin    2006.  Statistika    untuk   kedokteran    dan   kesehatan:  uji hipotesis     dengan   menggunakan   SPSS   (   seri   evidence   based   medicine   1).  Jakarta : Arkans, p: 4.

 

Depkes.   2001.  Strategi   Nasional   Peningkatan   Pemberian   ASI   tahun   2001-2005. Makalah disampaikan pada Workshop Peningkatan Pemberian ASI. Jakarta .

 

Hasan,   R.   dan   Alatas,H.(ed).1998.Buku   Kuliah   Ilmu   Kesehatan   Anak   I.cet.ke:8.Bagian   Ilmu   Kesehatan   Anak   Fakultas   Kedokteran   Universitas   Indonesia.Jakarta.

 

Hendarto   A.   dan   Pringgadini   K.   2008.  Nilai   Nutrisi   Air   Susu   Ibu. In   :   IDAI. Bedah   ASI   :   Kajian   dari  Berbagai   Sudut   Pandang   Ilmiah.  Jakarta   :   Balai Penerbit FKUI, p: 46.

 

Krisnatuti D. dan Yenrina R. 2000. Menyiapkan Makanan Pendamping ASI.

http://hidayat2.wordpress.com/2010/01/10/jurnal-01/ (2 September 2009)

 

Markum, A.H., 2002. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Jilid 1. Jakarta: FKUI, p: 24.

 

Masri,     S.H.    2004.   Diare     Penyebab     Kematian      4  Juta   Balita   Per   Tahun.

http://www.waspada.co.id/serba-serbi/kesehatan/artikel.,php?artikel-

id=61175-35k (2 September 2009)

 

Matondang C.S., Munatsir Z., Sumadiono. 2008. Aspek Imunologi Air Susu Ibu.

In : Akib A.A.P., Munasir Z., Kurniati N (eds). Buku Ajar Alergi-Imunologi

Anak, Edisi II. Jakarta : Badan Penerbit IDAI, pp: 189-202.

 

Moehji S. 2003. Ilmu Gizi 2. Jakarta: Penerbit Papas Sinar Sinanti, pp: 78-90

 

Munasir Z. dan Kurniati N. 2008. Air Susu Ibu dan Kekebalan Tubuh.  In : IDAI. Bedah   ASI   :   Kajian   dari   Berbagai   Sudut   Pandang   Ilmiah.  Jakarta : Balai Penerbit FKUI, pp: 69-79.

TELAAH JURNAL INTERNASIONAL

“ CRITICAL JOURNAL”

KNOWLEDGE AND PRACTICE OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING IN KWARE, NIGERIA

 

  1. Pendahuluan
  2. Metode Pencarian Literatur :

1)      Database yang digunakan             : Pubmed

2)      Kata Kunci Pencarian Literatur    : Exclusive Breastfeeding

3)      Jumlah Literatur yang didapatkan           : 557

4)      Proses Seleksi Literatur                 : No. 24

  1. Abstrak

Tujuan :

Penelitian ini disusun untuk mengetahui pengetahuan dan praktek ASI Eksklusif di Kware, Nigeria.

Metode    :

Penelitian ini menggunakan studi deskriptif cross sectional pada wanita yang telah melahirkan di kota Kware, Sokoto. Penelitian dilakukan pada 179 ibu hamil yang telah dipilih untuk menjadi sampel penelitian dan memberikan informasi mengenai pengetahuan dan praktek mereka dalam memberikan ASI Eksklusif. Pengambilan data menggunakan pedoman wawancara dan  kuesioner.

Hasil    :

Jumlah total dari 54 (31%) ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang ASI Eksklusif dan 94 (53%) ibu memberikan ASI Eksklusif segera setelah bayi lahir. Hanya 55 (31%) ibu yang melaksanakan praktek ASI Eksklusif, dan 53 ibu yang lain menghentikan pemberian ASI. 85 % dari mereka menghentikan pemberian ASI pada usia 16-20 bulan.

Kesimpulan     :

Walaupun ASI Eksklusif telah umum di masyarakat, pengetahuan dan praktekdari ASI Eksklusif masih rendah. Hal ini membutuhkan intervensi institusi kesehatan melakukan inisiasi menyusu dini dan meningkatkan pengetahuan dan praktek dari ASI Eksklusif yang termasuk dalam tujuan MDG-4 dalam komunitas pendidikan.

Key words: Mothers, breastfeeding, knowledge & practice, Kware

  1. Deskripsi Artikel/Jurnal
  2. Deskripsi Umum

1)        Judul

Knowledge And Practice Of Exclusive Breastfeeding In Kware, Nigeria

2)      Penulis

Oche MO , Umar AS , Ahmed H

3)      Publikasi

Department of Community Health, College of Health Sciences, Usmanu Danfodiyo University, Sokoto, Nigeria

African Health Sciences 2011; 11(3): 518 – 523

4)      Penelaah

Nama         : Dewi Purnama sari

NIM          : P27224012053

5)      Tanggal Telaah

Tanggal 27 Juni 2012

  1. Deskripsi Content

1)      Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengetahuan dan praktek tentang pemberian ASI Eksklusif di Kware, Nigeria.

2)      Hasil Penelitian

Jumlah total dari 54 (31%) ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang ASI Eksklusif dan 94 (53%) ibu memberikan ASI Eksklusif segera setelah bayi lahir. Hanya 55 (31%) ibu yang melaksanakan praktek ASI Eksklusif, dan 53 ibu yang lain menghentikan pemberian ASI. 85 % dari mereka menghentikan pemberian ASI pada usia 16-20 bulan.

3)      Kesimpulan Penelitian

Walaupun ASI Eksklusif telah umum di masyarakat, pengetahuan dan praktekdari ASI Eksklusif masih rendah. Hal ini membutuhkan intervensi institusi kesehatan melakukan inisiasi menyusu dini dan meningkatkan pengetahuan dan praktek dari ASI Eksklusif yang termasuk dalam tujuan MDG-4 dalam komunitas pendidikan.

  1. Telaah/Review Artikel
  2. Fokus Penelitian

For almost all infants, breastfeeding remains the simplest, healthiest and least expensive feeding method that fulfils the infants’ needs.1  The numerous benefits of breast-feeding are of public health relevance for developing countries as well as for industrialized nations. Exclusive breastfeeding, which giving breast milk only and no other liquids, except drops or syrups with vitamins, mineral supplements or medicines, is superior to non-exclusive breastfeeding with a protective effect against both morbidity and mortality 2, 3.Exclusive breast-feeding provides low cost, complete nutrition for the infant, protects him/ her against infections including infant diarrhea, and prolongs lactation amenorrhea, thereby increasing birth spacing 4, 5.Despite strong evidences in support of EBF for the first six months of life, its prevalence has remained low worldwide 6,7 . In Nigeria, breastfeeding is universal with almost all babies being breastfed. However, the practice of EBF is rare with only 17% of children younger than six months being exclusively breastfed. 8 The need to protect, promote and support breastfeeding in our communities has been widely recognised.  It is in realisation of this noble objective that the Federal Ministry of Health and Social Services in conjunction with UNICEF and WHO launched the Baby Friendly Hospital Initiative (BFHI) to protect, promote and support breastfeeding in Nigeria. To achieve this objective, a number of Teaching and Specialist hospitals were designated as baby friendly hospitals following the “Innocenti declaration”. The Innocenti Declaration has as its main objectives the promotion of early initiation of breastfeeding (within 30minutes of delivery), EBF for the first six months of life, breastfeeding on demand and continuing breastfeeding with complementary feeds into the second year of life  9, 10.  Although several studies have been reported from our study area, these studies however did not assess the knowledge of the mothers with regards to exclusive breastfeeding  11, 12, 13. The objective of this study was to gather information about the knowledge and other factors that influence the practice of EBF in Kware town, a semi urban community in Sokoto State.

Berdasarkan kutipan pendahuluan di atas, bahwa untuk seluruh bayi baru lahir, pemberian ASI  adalah hal yang mudah, menyehatkan dan tidak mahal serta sangat dibutuhkan bagi bayi baru lahir. Pemberian ASI Eksklusif adalah hanya memberikan Air Susu Ibu saja dan tanpa cairan lain, kecuali pemberian imunisasi atau sirup dengan vitamin, penambah mineral atau obat, yang diberikan secar eksklusif sehingga bisa melindungi bayi dari kesakitan dan kematian. ASI Eksklusif tanpa biaya, dan mengandung nutrisi yang lengkap untuk bayi, melindungi bayi dari infeksi karena diare dan sebagai kontrasepsi alami, dan mnjaga jarak kelahiran.

  1. Gaya dan Sistematika Penulisan

1)        Penggunaan bahasa dalam penulisan jurnal ini cukup mudah dipahami sehingga memudahkan pembaca untuk mengerti segala sesuatu yang tercantum dalam penelitian tersebut, bagaimana penelitian tersebut dilaksanakan dan apa hasil yang diperoleh.

2)        Sistematika penulisan telah tersusun dengan cukup baik dan cukup jelas mulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak (tujuan penelitian, metode, hasil, kesimpulan, dan kata kunci), pendahuluan, bahan dan metode, hasil, pembahasan, kesimpulan dan catatan kaki. Tetapi pada abstrak sistematika penulisan tidak runtut dan komplit.

  1. Penulis

1)      Penulis dalam penelitian ini berasal dari Department of Community Health, College of Health Sciences, Usmanu Danfodiyo University, Sokotodan Department of Paediatrics, College of Health Sciences, Usmanu Danfodiyo University, Sokoto yaitu : Oche MO , Umar AS , Ahmed H.

2)      Gelar akademik dari penulis sudah benar karena tidak di cantumkan

3)      Menurut penelaah, dengan melihat latar belakang departemen mereka berasal, penulis tersebut mempunyai kualifikasi yang cukup di bidang yang mereka teliti.

  1. Judul Penelitian

“Knowledge And Practice Of Exclusive Breastfeeding In Kware, Nigeria”

1)      Judul penelitian cukup jelas, akurat, tidak ambigu, dan menggambarkan apa yang akan diteliti.

2)      Judul yang dibuat oleh penulis cukup jelas, cukup mewakili atas arah penelitian. Tetapi ada kekuranganya yaitu belum memenuhi prinsip 5 W 1 H, dimana tidak dicantumkan tempat penelitian dan tahun penelitian.

  1. Abstrak

Kelebihan :

1)      Abstrak cukup mampu menggambarkan tujuan penelitian, metode dan hasil yang didapatkan.

2)      Mencantumkan kata kunci.

3)      Tidak lebih dari 250 kata

Kekurangan :

Jurnal ini tidak memberikankan rekomendasi apa yg diberikan untuk penelitian selanjutnya.

  1. Masalah dan Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengetahuan dan praktek tentang pemberian ASI Eksklusif di Kware, Nigeria

Penulisan tujuan penelitian cukup jelas dan mudah dipahami.

  1. Literature /Tinjauan Pustaka
  • Penyusunan literatur menggunakan sistim vancouver dan terorganisir dengan logis
  • Penulisan jurnal menggunakan analitis kritis berdasarkan literatur yang ada tidak membandingkan temuan-temuan pada penelitian sebelumnya, peneliti hanya menuliskan bahwa beberapa penelitian telah dilaporkan, akan tetapi tidak menyebutkan sumber penelitian yang dimaksud.

Contoh : Although several studies have been reported from our study area, these studies however did not assess the knowledge of the mothers with regards to exclusive breastfeeding

  1. Hipotesis/Pertanyaan Penelitian

Hipotesis penelitian terdapat dalam pendahuluan jurnal tersebut, namun tidak diberikan judul khusus sehingga penelaah mengambil sendiri tujuan tersebut setelah membaca pembahasan dalam jurnal tersebut yaitu :

The objective of this study was to gather informationabout the knowledge and other factors that influencethe practice of EBF in Kware town, a semi urbancommunity in Sokoto State.

  1. Populasi dan Sample

The study took place in Kware town, a semiurban local government area ofSokoto State with1,350 women of child bearing age.

A sample size of 179 was determined using the formula for cross-sectional studies and a prevalence of EBF of 13%. A day was set aside for house numbering and using a systematic sampling method, the first of every eight houses was selected from which 179 mother-child pairs were enrolled into the study. Six Community health workers residing in the community were recruited to act as research assistants (RAs). They were trained on the general principles of the research and the study instruments.

–          Penelitian ini dilakukan di kota Kware, negara bagian Sakoto dengan jumlah populas yaitu sebanyak 1350 wanita yang telah melahirkan.

–          Sampel penelitian ini berjumlah 179 wanita, pengambilan sampel menggunakan rumus untuk penelitian cross sectional dan angka kejadian ASI Eksklusif sebanyak 13%. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sistematis sampling.  Pertama, membentuk penomoran rumah mengguanakan metode sistematis sampling, setiap 8 rumah yang telah terpilih dari 179 pasangan ibu anak didaftar dalam penelitian. Kemudian membentuk 6 kelompok pekerja kesehatan yang direkrut untuk membantu dalam penelitian. Mereka telah dilatih mengenai prinsip umum penelitian dan instrumen penelitian.

  1. Pertimbangan Etik/Etichal Clearence

Ethical approval was given by the Usmanu Danfodiyo University Teaching Hospital Sokoto ethical committee and a letter of introduction and approval from Kware local government authority to the community leader. Verbal informed consent was obtained from study subjects in their own language explaining the purpose of the study and the right to with draw from it. The respondents were also assured of confidentiality.

–          Melakukan perizinan yang diberikan pada Usmanu Danfodiyo University Teaching Hospital Sokoto dan menyerahkan surat perizinan dari pemerintah lokal Kware pada pemimpin masyarakat.

–          Verbal informed consent was obtained from study subjects in their own language explaining the purpose of the study and the right to with draw from it. The respondents were also assured of confidentiality.

–          Melakukan persetujuan dengan responden melalui informed concent dengan menjelaskan tujuan penelitian dan menandatangani formulir tersebut. Responden mendapat jaminan kerahasiaan.

  1. Definisi Operasional

Definisi operasional mengenai pengetahuan dan praktek ASI Eksklusif tidak disebutkan dengan jelas dalam jurnal penelitian ini.

  1. Metode Penelitian

“This was a cross sectional descriptive study involving women of child bearing age who were  currently breastfeeding at the time of the study or who had stopped breastfeeding not later than two years before (inclusion criterion)while mothers who never breastfed or were  temporary visitors to the town were excluded from the study (exclusion criteria).”

Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study berbasis pada wanita usia subur yang sedang menyusui pada saat itu dan yang telah menghentikan pemberian ASI sebelum bayi berusia 2 tahun.

“Data was collected using a comprehensive, pre-tested and structured interviewer-administered questionnaire which sought such information as age, educational status, occupation, initiation of breastfeeding, prelacteal feeding and knowledge and practice of exclusive breastfeeding.”

–          Data dikumpulkan dengan komprehensif, pre-test, dan pedoman wawancara, kuesioner.

–          Pengujian reliability dan validitas instrumen tidak dijelaskan dalam jurnal tersebut.

  1. Data dan Analisis Data

–          Analisis statistik yang digunakan adalah menggunakan program software komputer EPI-Info versi 3.4.1 dan Microsoft Office Excel 2003.

–          Peneliti merancang dan mengkategoriksn pengetahuan pada setiap jawaban responden. Pengetahuan baik apabila >50% rata-rata.

–          Tabulasi silang dari variabel Tabulasi silang variabel dilakukan dan tingkat signifikansi statistik yang ditetapkan yaitu dengan derajat kepercayaan. Sebesar 95%.

  1. Hasil Penelitian

A total of 54(31%) of the mothers had adequate knowledge of exclusive breastfeeding with 94(53%) of them initiating breastfeeding immediately after birth. Only 55(31%) of the mothers practiced exclusive breastfeeding. Out of the 53 mothers that stopped breastfeeding, 85% of them did so between 16 20months.

–          Jumlah total dari 54 (31%) ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang ASI Eksklusif dan 94 (53%) ibu memberikan ASI Eksklusif segera setelah bayi lahir. Hanya 55 (31%) ibu yang melaksanakan praktek ASI Eksklusif, dan 53 ibu yang lain menghentikan pemberian ASI. 85 % dari mereka menghentikan pemberian ASI pada usia 16-20 bulan.

–          Penyajian tabel disertai dengan narasi yang jelas mengenai isi table sehingga memudahkan pembaca untuk memahami hasil penelitian.

  1. Pembahasan Hasil Penelitian 

Kelebihan :

Bagian pembahasan mengacu kepada beberapa kriteria Hills :

  1. Kekuatan asosiasi

“In our study, education of the respondents had no influence on the practice of EBF as there was no statistically significant difference between those with formal education and informal education with regards to the practice of EBF (p=0.986).”

Besarnya asosiasi dapat dilihat dari nilai p, pada pengetahuan nilai p=0,986 yang menunjukkan bahwa pengetahuan tidak mempengaruhi praktek pemberian ASI Eksklusif pada bayi.

  1. Konsistensi

“This is in contrast to another study in the same study area where the authors opined that the high rate of EBF by the mothers could be attributed to their being  full time housewives and therefore they had enough time to practice EBF.”

Replikasi dari temuan peneliti sebelumnya memperlihatkan hasil yang berlawanan dari hasil penelitian sebelumnya.

  1. Hubungan temporal

Keberadaan faktor kausa yang mendahului terjadinya penyakit atau akibat. Tidak bisa diketahui keberadaan faktor kausanya sebab disini yang diteliti adalah pengetahuan dan praktek terhadap pemberian ASI Eksklusif dan tidak dibahas faktor kausa yang mendahului terjadinya penyakit atau akibat.

  1. Spesifitas

Hubungan kausal dalam hal spesificity tidak terpenuhi meskipun diketahui bahwa pemberian ASI Eksklusif erat kaitannya dengan pengetahuan dan praktik responden terkait masalah lama pemberian ASI. Namun dalam penelitian ini tidak dilakukan intervensi.

  1. Efek dosis respon

Tidak  ada efek dosis respon sebab penelitian ini bukan eksperimen sehingga tidak ada intervensi. Penelitian ini lebih menekankan pengetahuan dan praktek dalam pemberian ASI Eksklusif.

  1. Plausability

Pada penelitian ini, unsur kausalitas dalam hal biological plausibility terpenuhi sebab ASI Eksklusif sangat penting bagi bayi. Pemberian ASI Eksklusif dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian bagi bayi.

  1. Koherensi/Kesesuaian

Pada penelitian ini, unsur  coherence/ kesesuaian  terpenuhi dalam hal pemilihan subjek dimana dalam latar belakang penelitian ini telah disebutkan bahwa wanita usia subur yang memberikan ASI sebanyak 1.350  dan sesuai dengan penelitian ini yang mengambil sampel wanita subur yang memiliki bayi kurang dari 2 tahun, baik yang sedang menyusui atau sudah berhenti menyusui.

  1. Bukti Eksperimen

Penelitian ini bukan merupakan experimental study.

  1. Analogi

Maternal education is related to knowledge of good child care practice and to household wealth.Female education has severally been described as one of the strongest determinants of the practice of EBF. In our study, education of the respondents had no influence on the practice of EBF as there was no statistically significant difference between those with formal education and informal education with regards to the practice of EBF (p=0.986). Although, 39 housewives compared to 19 civil servants practiced EBF, this was found not to be statistically significant (p=0.096). This is in contrast to another study in the same study area where the authors opined that the high rate of EBF by the mothers could be attributed to their being  full time housewives and therefore they had enough time to practice EBF19.

Pada penelitian ini, unsur kausalitas dalam hal analogi terpenuhi sebab dalam beberapa penelitian sebelumnya yang menunjukkan adanya hubungan yang nyata antara pengetahun terhadap dan praktek terhadap pemberian ASI Eksklusif.

Pembahasan hasil temuan dikaitkan kembali dengan berbagai hasil temuan sebelumnya dari tinjauan pustaka yang diambil, baik yang hasil temuannya berkorelasi dengan hasil yang didapatkan maupun yang tidak.

Kekurangan :

–        Kekuatan dan keterbatasan penelitian termasuk generalisasi tidak dijelaskan dalam jurnal tersebut.

–        Jurnal ini juga tidak memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.

 

  1. Referensi/Daftar Pustaka

–        Berbanding lurus antara jumlah literatur hasil penelitian – penelitian sebelumnya dengan teori pada buku – buku dalam tinjauan pustaka.

–        Literatur yang digunakan sekitar 50 % menggunakan literatur terbaru yang berasal dari jurnal-jurnal yang telah dipublikasikan sebelumnya.

  1. Kesimpulan dan Saran

Kelebihan :

–        Isi kesimpulan peneliti merupakan jawaban dari tujuan penelitian.

–        Kesimpulan ringkas, jelas dan padat.

–        Peneliti memberikan rekomendasi kepada instansi terkait yang berhubungan dengan penelitiannya.

–        jurnal mencantumkan saran yang merupakan harapan peneliti

  1. Kekurangan :

Tujuan penelitian dimasukkan dalam latar belakang, sedangkan kesimpulan dan saran dimasukkan dalam pembahasan, tidak menuliskan point besar tersendiri tentang tujuan, kesimpulan dan saran.

  1. Penutup

Sebagai penutup, meskipun ditemukan berbagai kekurangan dan kelebihan dalam penelitian tersebut, namun penelitian tersebut telah memberikan kontribusi positif pada kemajuan dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan khususnya pada pengembangan karya ilmiah.

Citation and Bibliography :

(Mo et al. 2011)Mo, O., As, U. & H, A., 2011. Knowledge and practice of exclusive breastfeeding in Kware , Nigeria. African Health Sciences, 11(3). Available at: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3261014/pdf/AFHS1103-0518.pdf.

 

References

  1. Kramer, MS., Kakuma, R., 2002.The optimal duration of Exclusive breastfeeding. A systematic review. (WHO/NHO/01.08). Geneva Switzerland WHO.
  2. Kramer MS, Kakuma R: The optimal duration of exclusive breastfeeding: a systematic review. Adv Exp Med Biol 2004; 554:63-77.
  3. León-Cava N, Lutter C, Ross J, Martin L: Quantifying the Benefits of Breastfeeding: A Summary of the Evidence. Washington, USA. The Food and Nutrition Program (HPN), Pan American Health Organization (PAHO), The Linkages Project; 2002.
  4. Thappa S, Short R., Potts M. Breast feeding, birth spacing and their effects on child survival. Nature. 1988; 679-682.
  5. Perez A, Labbok M, Keenan JJ. Clinical studies of the lactation Amenorrhoeic method for family planning. Lancet. 1992; 339: 968-970
  6. Diallo SMF, Rodrigue NG, Barry ML, Kaba DF, Daffe M et al. E’tude de la pratique de l’allaitment maternel dans la commune de Ratoma(Guinee). Pharmacien d’Afrique 2000:140
  7. Li R, Darling N, Maurice E, Barker L, Grummer- Strawn LM. Breastfeeding rates in the United States by characteristics of the child, mother or family: the 2002 National Immunization Survey. Pediatrics 2005;115(1):e31-7
  8. Nigerian Demographic and Health Survey 2008. National Population Commission. Federal Republic of Nigeria
  9. Labbok MH, Wardlaw T, Blanc A, Clark D Terreri N. Trends in exclusive breastfeeding: findings from the 1990s.  J Hum Lact 2006;22(3):272-276
  10. Perez-Escamilla R: Evidence based breastfeeding promotion: The Baby Friendly Hospital Initiative. J Nutr 2007;137(2):484-487
  11. Oche MO, Umar AS. Breastfeeding Practices of Mothers in a Rural Community of Sokoto, Nigeria. The Nigerian Postgraduate Medical Journal. 2008; 15(2):101-104
  12. Hamidu, A, Ekele BA, Oyesola OA. Growth performance of healthy exclusively breastfed infants in the first six months of life: A comparatative study.  Nig Journal of Paediatr.1998;25(2-4):42-48
  13. Ekele BA, Hamidu, A. Exclusive breastfeeding: Hospital or home practice? Nigerian Medical Practitioner 1997;33(5):62-64
  14. National Population Census. National Population Commission, Federal Republic of Nigeria, Abuja. 2006
  15. Bryce J, Terreri N, Victoria CG, Mason E, Daelmans B, Bhutta ZA, et al. Count down to 2015: tracking intervention coverage for child survival. Lancet 2006;368:1067-1076
  16. Illyasu Z, Kabir M, Abubakar IS, Galadanci NA. Current Knowledge and Practice of Exclusive breastfeeding among mothers in Gwale LGA of Kano State. Nig Med Pract 2005; 48(2):50-55
  17. Freed GS, Clark SJ, Sorenson J, Lohr A., Cefalo R., Curtis P.  National Assessment of Physicians’ breastfeeding knowledge, attitude and experience. JAMA. 1995c; 237 no. 3:264-270.
  18. Aidam BA, Perez-Escamilla R, Lartey A, Aidam J. Factors associated with Exclusive breastfeeding in Accra Ghana. Eur.J.Clin.Nutr. 2005; 59 (6):789-96.
  19. Oche MO, Umar AS. Breastfeeding Practices of Mothers in a Rural Community of Sokoto, Nigeria. The Nigerian Postgraduate Medical Journal. 2008; 15(2):101-104
  20. Chandrashekhar TS, Joshi HS, Shankar PR, Binu VS, Rana MS. Breastfeeding Initiation and determinants of Exclusive breastfeeding-a questionnaire survey in an urban population of Western Nepal.  Public Health Nutrition 2007;10(2):192-197
  21. Edmond KM, Zandoh C, Quigley MA, Amenga-Etego S, Owusu-Agyei S, Kirkwood BR. Delayed breastfeeding initiation increases risk of neonatal mortality. Pediatrics 2006, 117:e380-6
  22. Onayade AA, Davies-Adetugbo A, Torimiro SZA, Abejide OR, Adejuyigbe EA, Okonofua FE, et al.  Breastfeeding: knowledge, attitudes and Practices of Nursing mothers in Ife central LGA, Osun state Nigeria. Nigerian Med .J 1996; 30(3):  105- 110
  23. Sumati RM. Breastfeeding Practices of mothers from Mid Western Nigeria.  Journal Tropical Paediatr 1981;27:96-100
  24. Wamani H, Astrom AN, Peterson SA, Tylleskar T, Tumwine JK. Infant and young child feeding in Western Uganda: Knowledge, Practices and Socio-economic Correlates. J Trop Pediatr 2005; 51:356-361
  25. Pool R, Nyanzi S, Whitworth JA. Breastfeeding Practices and Attitudes relevant to the vertical transmission of HIV in rural South West Uganda. Ann  Trop  Paediatr 2001; 21:119-125
  26. Olawuyi JA, Onadeko MO.. Factors Associated with Exclusive breastfeeding in Ibadan, Nigeria. Journal of Human Lactation 2001; 17(4):321-325
  27. Chatterjee S, Saha S. A study on Knowledge and Practice of Mothers regarding infant feeding and Nutritional status of Under five children attending immunization clinic of a Medical College. The Internet Journal of Nutrition and Wellness 2008; 5(1)
  28. Chatman LM, Salisu HM, Roofe MEA, Wheatle P, Henry D, Jolly PE.. Influence of Knowledge and Attitudes on Exclusive breastfeeding among Rural Jamaican mothers. Birth 2004;31(4):265-271
  29. Dubois L, Girard M.  Social determinants of initiation, duration and exclusivity of breastfeeding at the population level. The results of a longitudinal study of child development in Quebec (ELDEQ 1998-2002). Canadian J. Public Health. 2003; 94(4):300-305.

BAYI BARU LAHIR

BAYI BARU LAHIR

a. Pengertian Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir normal adalah  bayi yang lahir dari kehamilan 37-42 minggu dan berat lahir 2.500 gram sampai 4000 gram.

(Sinopsis Obstetri, EGC, Jakarta)

b. Ciri-ciri BBL normal :

1)  berat lahir                          : 2500-4000 gram.

2)  panjang badan                   : 48-52 cm.

3)  lingkar kepala                    : 33 cm-35,6 cm.

4)   lingkar dada                     : 30 cm-38 cm.

5) Frekuensi jantung            : 120 – 160 kali/menit.

6) Pernafasan                        : ± 60 40 kali/menit.

7) Kulit kemerah – merahan dan licin karena jaringan sub kutan cukup.

8) Rambut lanugo tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna.

9) Kuku agak panjang dan lemas.

10) Genitalia :

 a) Perempuan labia mayora sudah menutupi labia minora.

       b) Laki – laki testis sudah turun, skrotum sudah ada.

11) Reflek hisap dan menelan sudah terbentuk dengan baik.

12) Reflek morrow atau gerak memeluk bila dikagetkan sudah baik.

13) Reflek graps atau menggenggam sudah baik.

14)Eliminasi baik, mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama,  mekonium berwarna  hitam kecoklatan.

(Saifuddin, 2006)

c. Penilaian BBL

Ditentukan dengan APGAR SKOR pada menit pertama dan menit kelima.

TANDA

0

1

2

  1. Appearance

      (warna kulit)

Seluruh tubuh biru atau putih

Badan merah, kaki dan tangan biru

Seluruh tubuh kemerahan

2. Pulse

    (bunyi jantung)

Tidak ada

<100

>100

3. Grimace

    (refleks)

Tidak ada

Perubahan mimik

Bersin, batuk, menangis kuat

4. Activity

    (aktivitas)

Tidak ada

Ekstremitas sedikit fleksi

Gerakan aktif, ekstrimitas fleksi

5. Respiratory

    (pernafasan)

Tidak ada

Lambat, tidak teratur atau lambat

Menangis keras atau kuat

(Obstetry Fisiology, UNPAD, 1983)

Skor : 7-10     : bayi normal (vigorous baby)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    

                       4-6       : bayi asfiksia ringan

  0-3       : bayi asfiksia berat

d. Perawatan Segera Setelah Bayi Lahir.

1) Persediaan alat-alat di kamar bersalin

a)   alat pengisap lendir (mucus extractor).

b)   tabung oksigen dengan alat pemberi oksigen kepada bayi.

c)   untuk menjaga kemungkinan terjadinya asfiksia perlu disediakan laringoskop kecil, masker muka kecil, kanula trakea, ventilator kecil untuk pernafasan buatan, selain itu perlu pula disediakan obat-obat seperti latutan glukosa 40%, larutan bikarbonas natrikus 7,5%, nalorfin serta  vitamin K.

d)   alat pemotong dan pengikat talipusat serta obat antiseptik dan kain kasa steril untuk merawat tali pusat.

e)   Tanda pengenal bayi yang sama dengan ibu.

f)   tempat tidur bayi atau inkubator yang selalu dalam keadaan hangat, steril, dan dilengkapi dengan kain dan selimut katun.

g)  Lain-lain: kapas, kain kasa, baju steril, serta obat antiseptik yang akan dipakai oleh dokter, mahasiswa, bidan, perawat sebelum menolong yang akan lahir.

h)  Stopwatch dan termometer

i)   ruangan dengan suhu 28ºC – 30ºC

                                                                                   (Sarwono, 2007)               

2) Pertolongan Pada Bayi Saat Lahir

                                                       Segera setelah kepala bayi keluar dari vulva, maka harus dibersihkan    dari lendir serta cairan yang berada di sekitar mulut dan hidung dengan kapas atau kain kasa steril, kemudian kedua kelopak matanya dibersihkan dengan kapas atau kasa steril satu demi satu, dimulai dari luar ke dalam. Sesudah bayi lahir lengkap, saat lahir segera dicatat dengan jam (waktuya / stopwatch.). Kemudian kedua kaki bayi dipegang dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain memegang kepala bayi yang lebih rendah dengan sudut-sudut 30º daripada kaki dengan posisinya ekstensi sedikit untuk memungkinkan cairan atau lendir mengalir keluar dari trakhea dan farings.Bayi sehat akan menangis dalam 30 detik, tidak perlu dilakukan apa-apa karena dapat bernafas spontan.Untuk bayi  lendirnya belum bersih maka pengisapan lendir diteruskan.

(Sarwono, 2007)

3) Penilaian  Bayi Waktu Lahir (Assesment of Birth)

a)    Apakah bayi menangis kuat dan/atau bernafas tanpa kesulitan

b)    Apakah bayi bergerak dengan aktif atau lemas

c)   Jika bayi tidak bernapas atau bernapas megap – megap atau lemah     maka segera lakukan tindakan resusitasi bayi baru lahir.

( JNPK-KR/POGI, APN, (2007)

4) Memotong Dan Merawat Tali Pusat

a)   Setelah plasenta dilahirkan dan kondisi ibu dianggap stabil, ikat atau jepitkan klem plastik tali pusat pada puntung tali pusat.

b)   Celupkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam larutan klorin 0,5% untuk membersihkan darah dan sekresi tubuh lainnya.

c)    Bilas dengan air matang atau desinfeksi tingkat tinggi

 d)   Keringkan tangan (bersarung tangan) tersebut dengan handuk atau kain bersih dan kering

e)   Ikat ujung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan menggunakan benang desinfeksi tingkat tinggi atau klem plastik tali pusat (desinfeksi tingkat tinggi atau steril). Lakukan simpul kunci atu jepitkan secara mantap klem tali pusat tertentu.

f)    Jika menggunakan benang tali pusat, lingkarkan benang sekeliling ujung tali pusat dan dilakukan pengikatan kedua dengan simpul kunci dibagian tali pusat pada sisi yang berlawanan.

g)   Lepaskan klem penjepit tali pusat dan letakkan di dalam larutan  klorin 0,5%

h)   Selimuti ulang bayi dengan kain bersih dan kering, pastikan bahwa bagian kepala bayi tertutup dengan baik.

(Dep.Kes.RI,2002)

5)  Mempertahankan Suhu Tubuh Bayi

   Pada waktu lahir, bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya, dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat. Bayi baru lahir harus di bungkus hangat. Suhu tubuh bayi Merupakan tolok ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. Suhu bayi harus dicatat

(Prawiroharjo, 2002).

Bayi baru lahir tidak dapat mengatur temperatur tubuhnya secara memadai dan dapat dengan cepat kedinginan jika kehilangan panas tidak segera dicegah. Bayi yang mengalami kehilangan panas (hipotermi) beresiko tinggi untuk jatuh sakit atau meninggal, jika bayi dalam keadaan basah atau tidak diselimuti mungkin akan mengalami hipoterdak, meskipun berada dalam ruangan yang relatif hangat. Bayi prematur atau berat lahir rendah sangat rentan terhadap terjadinya hipotermia.

Pencegah terjadinya kehilangan panas yaitu dengan :

a)   Keringkan bayi secara seksama

Mengeringkan dengan menyeka tubuh bayi, juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernafasannya.

b)   Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih, kering dan hangat

Ganti handuk atau kain yang telah basah oleh cairan ketuban dengan selimut atau kai yang baru (hangat,bersih, kering)

c)   Tutup bagian kepala bayi

Bagian kepala bayi mempunyai luas permukaan yang relatif luas dan bayi akan cepat kehilangan panas jika bagian itu tidak tertutup

d)   Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusukan bayinya

Pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas. Sebaiknya sewaktu pemberian ASI harus dimulai 1 jam kelahiran

e)   Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir

Karena bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya, sebelum melakukan penimbangan, terlebih dahulu selimuti bayi dengan kain atau kain bersih dan kering. Berat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian dikurangi dengan berat pakaian. Byi sedikitnya dimandikan sedikitnya 6 jam setelah lahir.

f)    Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat.

g)   Idealnya bayi baru lahir ditempat tidur yang sama dengan ibunya, untuk menjaga bayi tetap hangat dan mendorong ibu memberikan ASI.

(Dep. Kes. RI, 2002)

PERSALINAN

 

 1.  PENGERTIAN

  1. Persalinan adalah suaatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + uri) yang dapat hidup (viable) ke dunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau melalui jalan lain (Mochtar, 1998).
  2. Persalinan (partus : labor) adalah proses pengeluaran produk konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar (Sarwono, 2005).
  3. Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan disertai dengan pengeluaran plasenta dan sel janin dari tubuh ibu.
  4. Persalinan adalah suatu proses alamiah dimana terjadi dilatusi servik, lahirnya bayi dengan plasenta dan selaput ketuban dari rahim ibu. Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu) dan tanpa disertai adanya penyakit.

2.  KALA PERSALINAN

   Proses persalinan terdiri dari 4 kala, yaitu :

a. Kala I       : Waktu pembukaan  servik sampai menjadi pembukaan lengkap  10 cm              

b. Kala II   : Kala pengeluaran janin, waktu uterus (dengan kekuatan his 

                          ditambah kekuatan mengedan).          

c.   Kala III     : Waktu untuk pelepasan dan pengeluaran uri / plasenta.

d.   Kala IV     : Mulai dari lahirnya plasenta sampai 1 – 2 jam petama PP.

KALA I (KALA PEMBUKAAN)

Inpartu   (partus mulai), dimulai dengan :

1).  Keluarnya lendir bercampur darah (bloody show), karena servik membuka (dilatasi) dan mendatar (effacement) Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar kanalis servikalis karena pergeseran ketika servik mendatar dan terbuka.

2)   His yang adekuat (kontraksi uterus minimal 2x dalam 10 menit).

Kala pembukaan dibagi dalam 2 fase, yaitu :

1) Fase laten, yaitu fase dimana pembukaan serviks berlangsung lambat, sampai pembukaan 3 cm (< 4 cm) berlangsung 1 – 8 jam.

2) Fase aktif, yaitu fase yang berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas 3 subfase :

      a) Periode akselerasi : berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm.

    b) Periode dilatasi maksimal (steady) : selama 2 jam, pembukaan  berlangsung cepat menjadi 9 cm.

      c) Periode deselarasi : berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam  menjadi 10 cm atau membuka lengkap.

 

                        Fase aktif persalinan :

a)      Frekuensi dan lama kontraksi uterus umumnya meningkat (his adekuat 3x 10 menit atau lebih dan selama 40 detik atau  lebih).

b)      Servik membuka dari 4 menjadi 10 cm, kecepatan 1 cm/jam.

c)      Terjadi penurunan bagian terbawah janin (Sarwono, 2005).

KALA II (KALA PENGELUARAN JANIN)

Tanda dan gejala kala II :

1)      Tekanan pada anus

2)      Perineum menonjol

3)      Dorongan meneran

4)      Vulva membuka

Ciri-ciri kala II :

1)   His terkoordinir kuat, cepat dan lebih lama, kira-kira 2-3 menit sekali.

2)   Kepala janin telah masuk (turun) ruang panggul, sehingga terjadi tekanan pada otot dasar panggul yang kemudian timbul rasa mengedan. Rasa meneran/mengedan bersamaan dengan terjadinya kontraksi.

3)      Tekanan pada rectum, membuat ibu merasa seperti mau BAB dengan tanda anus membuka.

4)      Vulva vagina membuka dan perineum terlihat menonjol.

5)      Peningkatan pengeluaran lendir dan darah.

Kala II persalinan dimulai ketika pembukaan servik sudah lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi. Kala II pada primigravida 1 ½-2 jam sedangkan  pada multigravida ½ – 1 jam (Mochtar, 1998).

KALA III ( KALA PENGELUARAN URI/PLASENTA)

Kala III dimulai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban. Fisiologi Kala III persalinan :

Setelah bayi lahir, kontraksi rahim istirahat sebentar, lalu uterus teraba keras dengan fundus uteri setinggi pusat, dan berisi plasenta yang menjadi tebal 2x sebelumnya. Lalu timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. Dalam waktu 5 – 10 menit seluruh plasenta terlepas terdorong ke vagina dan akan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan dari simpisis atau fundus uteri. Berlangsung 5 – 30 menit setelah bayi lahir. Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah kira-kira 100 – 200 cc (Mochtar, 1998).

Tanda lepasnya plasenta :

1)   Uterus menjadi bundar

2)   Uterus terdorong ke atas karena plasenta lepas ke segmen bawah rahim

3)   Tali pusat bertambah panjang

4)   Terjadi perdarahan (semburan darah tiba-tiba) ( Manuaba, 1998).

 

KALA IV (KALA PENGAWASAN)

Kala IV adalah kala pengawasan selama 2 jam setelah bayi dan plasenta lahir untuk mengamati keadaan ibu, terutama terhadap bahaya perdarahan post partum.

Lamanya persalinan pada primi dan multi gravida adalah :

Primi : Kala I   : 13 jam

Kala II  : 1 jam

Kala III : ½ jam

Multi : Kala I   : 7 jam

Kala II  : ½ jam

Kala III : ¼ jam.

Total lama persalinan primi : 2 – 14 ½ jam

Total lama persalinan multi : 2 – 7 ¾ jam

                                                                  (Manuaba, 1998)

 

KEHAMILAN

  1. Pengertian

Kehamilan adalah masa perkembangan janin mulai dari awal konsepsi hingga kelahiran keluarnya hasil konsepsi.Lamanya kehamilan kira-kira 280 hari atau 40 minggu atau tidak lebih dari 300 hari atau 43 minggu (Sarwono,2002).

Perhitungan kehamilan  adalah :

a. Abortus

Adalah kehamilan yang sampai umur 22 minggu atau berat badan janin kurang dari 500 gram.

b. Immatur

Adalah kehamilan pada usia 22 minggu + 1 hari sampai 28 minggu dengan berat badan janin antara 500 gram sampai 999 gram.

c. Prematur

Adalah kehamilan pada usia 28 minggu + 1 hari sampai 37 minggu dengan berat badan janin antara 1000 gram sampai 2499 gram.

d. Matur

Adalah kehamilan pada usia 37 minggu  + 1 hari sampai 42 minggu denhgan berat badan janini antara 2500 gram atau lebih

e. Postmatur (serotinus)

Adalah kehamilan pada usia lebih dari 42 minggu.

 

2. Proses Kehamilan

Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari :

a. Ovulasi

Proses pengeluaran ovum yang dipengaruhi oleh sistem hormonal yang kompleks. Ovulasi terjadi karena pengaruh luteinizing hormon (LH) yang semakin membesar dan fluktuasi yang mendadak, karena adanya gerak aktif tuba yang berumbae (fimbriae). Ovum yang dilepaskan dan ditangkap oleh fimbrae tuba (ovum pick up mechanism).

proses oogenesis  adalah sebagai berikut:

  • Oogenia
  • Oosit primer
  • Primary ovarium folikuli
  • Liquor folikuli
  • Pematangan pertama ovum
  • Pematangan kedua ovum sampai saat dibuahi sperma.

b. Terjadi migrasi spermatozoa dan ovum

Proses pembentukan spermatozoa (sprematogenesis):

  • Spermatogonium membelah menjadi dua
  • Spermatosit pertama membelah
  • Spermatosit kedua membelah
  • Spermatid tumbuh menjadi sperma

Sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat mencapai tuba falopi. Spermatozoa yang masuk ke dalam alat genetalia dapat hidup selama 3 hari.

c. Terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot

Konsepsi adalah pertemuan inti ovum dan inti sperma. Hanya satu sperma yang dapat menembus zona pelucida dan masuk ke ovum. Setelah itu, zona pelucida mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma lain (reaksi block to polyspermae). Proses ini diikuti dengan penyatuan pro nuklei yang disebut zigot, yang terdiri atas awal genetik dari pria dan wanita.dalam beberapa jam setelah pembuahan , mulailah pembuahan zigot selam 8 hari menjadi morula. Hasil konsepsi ini tetap digerakkan ke rongga rahim oleh gerakan rambut silia. Hasil konsepsi tiba dalam cavum uteri pada tingkat blastula.

d. Nidasi

Yaitu tertanamnya hasil konsepsi ke dalam  endometrium. Bila nidasi terjadi, mulailah diferensiasi sel blast, sel-sel lebih kecil yang terletak dengan eksoselom membentuk ektoderm dan yolk salk. Sedangkan sel yang lebih besar membentuk endoderm dan ruang amnion. Dalam perangkat nidasi, trofoblas dihasilkan oleh hormon HCG. (Rustam Mochtar, 1998)

e. Pembentukan plasenta

Mukosa rahim wanita yang tidak hamil, terdiri dari stratum kompakta dan spongiosa. Desidua  adalah mukosa rahim saat hamil, terdiri atas:

  • Desidua basalis: terletak antara hasil konsepsi dan dinding rahim
  • Desidua kapsularis: meliputi hasil konsepsi ke arah rahim
  • Desidua parietalis: meliputi lapisan dalam dinding rahim lainnya.

f. Tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm

Pertumbuhan embrio bermula dari lempeng embrional yang seharusnya berdeferensiasi menjadi 3 unsur lapisan sel yaitu: ektoderma, mesoderma dan endoderma.

 

3. Tanda dan gejala kehamilan

Tanda- tanda dugaan hamil:

a. Amenorea (terlambat datang bulan)

Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak tejadinya folikel de Graff dan ovulasi.

b. Mual (nausea) dan muntah (emesis)

Pengaruh estrogen dan progesteron menyebabkan pengeluaran asam lambung yang berlebihan. Menimbulkan mual dan muntah terutama pada pagi hari yang disebut morning sickness. Dalam batas yang fisiologis keadaan ini dapat diatasi.

c. Sinkope (pingsan)

Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan sinkope/ pingsan. Keadaan ini menghilang setelah umur kehamilan 16 minggu.

d. Payudara tegang

Pengaruh estrogen-progesteron dan somatomamotropin menimbulkan deposit lemak, air, dan garam pada payudara. Sehingga payudara membesar dan tegang.

e. Sering buang air kecil (miksi)

Desakan rahim ke depan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering miksi. Pada trimester II sudah menghilang.

f. Konstipasi

Pengaruh progesteron dapat menghambat peristaltik usus sehingga menyebabkan kesulitan untuk BAB (konstipasi)

g. Epulis

Hipertropi gusi (epulis) dapat terjadi bila hamil.

h. Varices

Karena pengaruh dari estrogen dan progesteron terjadi penampakan pembuluh darah vena, terutama bagi mereka yang mempunyai bakat. Hal ini dapat terjadi di sekitar genetalia eksterna, kaki, betis dan payudara. Penampakan pembuluh darah ini dapat menghilang setelah persalinan.

Tanda tidak pasti kehamilan:

  1. Rahim membesar
  2. Plano test positif
  3. Pada pemeriksaan ditemukan tanda chadwick, piskaseck, braxton hicks, dan ada ballotement.

Tanda Pasti Kehamilan:

  1. Teraba gerakan janin dalam rahim
  2. Terdengar  denyut jantung janin (umur kehamilan >12 minggu)
  3. Terlihat kerangka janin dalam pemeriksaan rontgen
  4. Pada pemeriksaan USG
  • Terdapat kantong hamil, umur kehamilan 4 minggu
  • Terdapat fetal plate, umur kehamilan 4 minggu
  • Terdapat kerangka janin, umur kehamilan 12 minggu
  • Terdapat DJJ, umur kahamilan 6 minggu

A great WordPress.com site